KRC,Malang -
Keberadaan jembatan layang atau fly over di Arjosari, Kota Malang, dianggap belum efektif untuk memecah kemacetan di Kabupaten Malang. Khususnya di kawasan Lawang dan Singosari. Karena itu, Pemkab Malang menggagas rencana pembuatan jalan lingkar timur (jalitim) guna memecah kemacetan di kawasan Malang Utara tersebut.
Jalitim yang digagas pemkab itu rencananya akan punya panjang total sekitar 61,9 kilometer. Rutenya melalui delapan kecamatan, dimulai dari Lawang, Singosari, Jabung, Pakis, Tumpang, Poncokusumo, Wajak, dan berakhir di Turen.
"Walaupun sudah ada fly over ternyata kemacetan masih cukup panjang. Jadi, perlu dibangun jalan alternatif lain. Sehingga jalan masuk ke Malang tak hanya ada satu seperti saat ini," terang Agus Prajitno, kepala bidang bina program Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
Dari total panjang jalitim 61,9 kilometer itu, 12,5 kilometer di antaranya membutuhkan jalan baru. Jalan baru yang perlu dibangun adalah dari Desa Sumberporong ke Desa Sidodadi sekitar 5,5 kilometer. Kedua desa itu masuk wilayah Lawang. Jalan baru lainnya adalah dari Desa Dengkol, Singosari, menuju Jabung dengan panjang sekitar 7 kilometer.
Dari Jabung hingga ke Turen sepanjang 49,4 kilometer, sudah ada jalan. Namun, kondisi jalan berbeda-beda. Ada yang sudah berbentuk hotmix, makadam, dan ada juga yang kondisi jalannya masih berbentuk lapen. "Untuk membuat jalan baru, pemkab tentu harus membebaskan tanah milik masyarakat. Tanah yang diincar untuk jalan saat ini masih berupa persawahan," tambah Mochamad Anwar, kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
Rencananya, jenis jalan yang akan digunakan untuk jalitim adalah lokal primer. Yakni dengan lebar badan jalan sekitar 15 meter dengan lebar aspal jalan sekitar 6 meter.
Anwar menambahkan, guna menunjang keberadaan jalitim, selain pembuatan jalan baru, juga dibutuhkan pembuatan jembatan. Dari hasil survei yang dilakukan dinas bina marga, setidaknya dibutuhkan 18 jembatan di jalur jalitim.
Dua jembatan mempunyai panjang bentang di atas 40 meter. Satu jembatan sudah tuntas dibangun, yakni Jembatan Amprong. Sedangkan satu jembatan lainnya akan dibangun di sebelah selatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Untuk 16 jembatan lainnya, panjang bentang di bawah 40 meter.
Sampai seberapa jauh gagasan jalitim? "Kami masih belum melakukan studi kelayakan atau pembebasan lahan. Kami baru sebatas melakukan survei," terang Anwar.
Action pemkab untuk mewujudkan gagasannya itu baru akan dilakukan setelah pembangunan jalan lingkar barat (jalibar) tuntas. Menurut perkiraan, jalibar yang melewati Kepanjen hingga Ngajum tersebut bakal tuntas 100 persen pada 2010 mendatang. (yy)
Kamis, 28 Mei 2009
Minggu, 17 Mei 2009
Moncong Putih Masih Unggul,Di Kabupaten Malang

KRC, Malang
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih hasil signifikan pada pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2009. Dari hasil rapat pleno, Partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu meraih 13 kursi di DPRD Kabupaten, disusul Partai Demokrat, Golongan Karya dan PKB yang masing-masing memperoleh
8 kursi. Peraih terbanyak ketiga adalah PKS dan Hanura yang sama-sama mendapat 4 kursi. Sedangkan partai baru pimpinan Prabowo Subianto, Gerindra, pada pileg kali ini memperoleh 3 kursi. Untuk peraih terkecil didapat Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) yang memperoleh 1 kursi. Beberapa pejabat pemerintahan hadir dalam acara yang digelar pada Minggu (17/5) tersebut, seperti bupati, ketua DPRD, ketua KPUD serta saksi dari parpol, panwaslu dan jajaran SKPD.
Dalam sambutannya, Bupati Malang, H. Sujud Pribadi, mengatakan peran semua lapisan masyarakat sangat penting untuk selalu menjaga suasana kondusif demi keberhasilan penyelenggaraan pesta demokrasi, baik pada pileg maupun pilpres mendatang. “Sebagai negara yang majemuk, hendaknya diutamakan sikap arif dan bijaksana dalam menyikapi berbagai permasalahan. Juga gunakanlah nilai-nilai persatuan dan kesatuan serta hakekat dari demokrasi sebagai pegangan,” pesannya bagi caleg terpilih. Ia berharap caleg yang terpilih agar memiliki kredibilitas dan akuntable yang tinggi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Malang yang sebentar lagi akan meletakkan jabatannya, Suhadi, menyampaikan yang terpenting adalah semangat bagaimana untuk membangun negara bagi caleg terpilih. Suhadi yang saat ini terpilih kembali juga mengatakan agar semua pihak nantinya dapat mendukung kelancaran dan keberhasilan pilpres pada juli mendatang. Sedangkan Ketua KPU, Nachrowie, menegaskan ada 3 hal keabsahan penetapan pada rapat pleno ini, yakni adanya perwakilan dari parpol (wakil atau saksi), pengawas dan undangan lain. Adanya ketiga unsur tersebut, menurutnya, adalah mutlak diperlukan.
Meskipun untuk mencapai proses final penetapan caleg terpilih ini sempat menuai protes beberapa waktu lalu, walhasil KPUD hari ini sudah bisa mengumumkan hasil resminya. Acara yang digelar di Ruang Rapat Peripurna DPRD tersebut berjalan lancar dan tak menemui kendala apapun. Caleg terpilih tersebut nantinya akan bertugas selama lima tahun kedepan, terhitung mulai tahun 2009-2014. (jj/mh)
Senin, 27 April 2009
Caleg Mangkir Sidang Divonis 6 Bulan

KRC,KEPANJEN -
Sidang ketiga yang mendudukkan Sri Wahyuni sebagai terdakwa tidak pidana pemilu kemarin masuk putusan. Ketua majelis hakim yang diketuai Ninil Eva Yustina SH, memutuskan, Sri Wahyuni bersalah dan divonis 6 bulan penjara denda Rp 6 juta subsider 1 tahun.
Sidang ketiga yang digelar di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen berlangsung singkat. Setelah majelis hakim membuka persidangan, langsung menanyakan keberadaan terdakwa kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kepanjen Eko Tjahjono. Pihak kejari tidak bisa menghadirkan karena yang bersangkutan menghilang dan sulit dicari keberadaannya. Padahal sudah dua kali dilakukan pemanggilan oleh pihak Kejari yang dibantu polisi.
Karena sudah dua kali persidangan tidak bisa dihadirkan, sidang langsung masuk pada putusan. Majelis hakim memutuskan Sri bersalah dalam kasus tersebut. Sesuai dengan pasal 270 jo pasal 84 ayat 1 huruf h UU no 10 tahun 2008 tentang pemilu. Karena itu Sri dijatuhi hukuman 6 bulan penjara, denda Rp 6 juta subsider 1 tahun. "Sudah kami upayakan untuk menghadirkan terdakwa. Tetapi memang yang bersangkutan menghilang," kata Eko saat ditemui kemarin.
Walau sidang tersebut tidak dihadiri terdakwa, menurut Eko keputusan tersebut sudah final. Terdakwa sudah pernah datang dan tahu jadwal persidangan. Namun hingga sidang yang ketiga terdakwa juga tidak muncul di persidangan. Karena itu, hakim langsung menjatuhkan vonis.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sidang perdana yang digelar hari Kamis (23/4), Sri Wahyuni menyempatkan hadir. Dengan pengawalan petugas dari Polres Malang, Sri dibawa ke PN Kepanjen untuk mengikuti persidangan. Agenda sidang perdana tersebut di antaranya membacakan dakwaan, meminta keterangan saksi yang memberatkan dan meringankan. Karena sidang hingga sore hari, majelis hakim menunda sidang pada hari berikutnya. Saat ditanya majelis hakim Sri siap hadir dengan agenda sidang pembelaan. Namun sayang, hingga tiga kali persidangan, Sri mangkir. Karena itu, sidang lanssung masuk vonis.
Sedangkan kasus pelanggaran pemilu yang dilakukan Sri terjadi pada tanggal 4 dan 5 April. Salah satu guru madrasah di Wagir ini mendompleng Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Modusnya dia memaparkan PNPM di depan orang-orang miskin. Di sela-sela acara itu Wahyuni mengkampanyekan Partai Demokrat dan caleg Partai Demokrat untuk DPR RI Pieter C. Zulkifli. Selain mendompleng kegiatan negara, Wahyuni juga menggunakan aset negara yakni Balai Desa Pandanlandung, Wagir, untuk kampanye. "Yang jelas barang bukti terlampir. Sedangkan tanggapan majelis hakim terhadap putusan, kami piker-pikir," kata Eko.(jj)
Minggu, 26 April 2009
Ketua KPU Kab Menangis Digebrak Meja
KRC, Malang
-Ketua KPU Kabupaten Malang Ir Nachrowie MSc, Minggu (26/4), menangis setelah diluruk puluhan anggota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang. Tangisan itu pecah lantaran LIRA menudingnya berbuat curang dengan melakukan jual beli suara caleg dan parpol.
“Demi Allah, Pak, saya nggak melakukan itu. Saya sudah bekerja sesuai aturan,” ujar Nachrowi dengan terisak menjawab tudingan Presiden LIRA, Jusuf Rizal yang datang bersama anak buahnya.
Meski menangis, Jusuf Rizal yang biasa dipanggil JR itu tetap ‘menyerang’ Nachrowi. Sambil mengebrak-gebrak meja, JR mengungkap semua dugaan kecurangan sistematis yang dilakukan KPU.
Nachrowi yang tidak bisa membela diri, hanya bisa menangis. “Kalau mau membunuh saya, silakan bunuh sekarang juga. Saya nggak pernah berbuat seperti yang dituduhkan itu,” papar Nachrowi.
Saat situasi memanas, Kasat Intelkam Polres Malang, AKP Eko S dan puluhan anggota Dalmas tiba di kantor KPU. Keduanya berdamai setelah Nachrowi berjanji akan bertemu LIRA membahas kasus-kasus pelanggaran pileg, Senin (26/4) ini.
Banyak Pelanggaran
Aksi yang dilakukan LIRA siang kemarin bermula pengaduan sejumlah caleg yang mengaku jadi korban permainan sistem yang diduga dilakukan anggota KPU. LIRA sendiri menemukan 15 kasus pelanggaran pileg. Di antaranya, membiarkan penggelembungan suara delapan desa di Singosari, menambah suara Partai Demokrat dengan cara mengurangi perolehan suara PKNU sekitar 40.000, serta jual beli suara.
Bobroknya kinerja KPU ini juga terbukti dengan dikembalikannya hasil rekapitulasi suara yang sudah dikirimkan ke provinsi, Jumat (24/4) lalu. KPU Jatim melihat banyak manipulasi dalam hasil rekapitulasi ini. “Seperti yang menimpa caleg DPD Supartono, No 28. Ketika dihitung di pendapa, ia mendapat 93.719 namun begitu dihitung di KPUD Jatim tinggal 73.735,” ujar Ali Wahyudi, anggota Panwaslu.
Secara terpisah, Crisis Centre Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Malang Raya kemarin juga melaporkan adanya pengelembungan suara yang dilakukan PKB untuk suara caleg DPR RI. Sembilan kecamatan itu adalah Karangploso, Kalipare, Ngajum, Bululawang, Sumbermanjing Wetan, Pakis, Jabung, Singosari dan Pujon. Penggelembungan suara berkisar 26 persen hingga 82 persen.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Sanusi menyatakan tidak bertanggungjawab terkait hal ini. “Saya tidak tahu, mungkin ada petugas yang bermain. Tapi saya tidak berani menduga-duga,” paparnya.(dd)
-Ketua KPU Kabupaten Malang Ir Nachrowie MSc, Minggu (26/4), menangis setelah diluruk puluhan anggota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang. Tangisan itu pecah lantaran LIRA menudingnya berbuat curang dengan melakukan jual beli suara caleg dan parpol.
“Demi Allah, Pak, saya nggak melakukan itu. Saya sudah bekerja sesuai aturan,” ujar Nachrowi dengan terisak menjawab tudingan Presiden LIRA, Jusuf Rizal yang datang bersama anak buahnya.
Meski menangis, Jusuf Rizal yang biasa dipanggil JR itu tetap ‘menyerang’ Nachrowi. Sambil mengebrak-gebrak meja, JR mengungkap semua dugaan kecurangan sistematis yang dilakukan KPU.
Nachrowi yang tidak bisa membela diri, hanya bisa menangis. “Kalau mau membunuh saya, silakan bunuh sekarang juga. Saya nggak pernah berbuat seperti yang dituduhkan itu,” papar Nachrowi.
Saat situasi memanas, Kasat Intelkam Polres Malang, AKP Eko S dan puluhan anggota Dalmas tiba di kantor KPU. Keduanya berdamai setelah Nachrowi berjanji akan bertemu LIRA membahas kasus-kasus pelanggaran pileg, Senin (26/4) ini.
Banyak Pelanggaran
Aksi yang dilakukan LIRA siang kemarin bermula pengaduan sejumlah caleg yang mengaku jadi korban permainan sistem yang diduga dilakukan anggota KPU. LIRA sendiri menemukan 15 kasus pelanggaran pileg. Di antaranya, membiarkan penggelembungan suara delapan desa di Singosari, menambah suara Partai Demokrat dengan cara mengurangi perolehan suara PKNU sekitar 40.000, serta jual beli suara.
Bobroknya kinerja KPU ini juga terbukti dengan dikembalikannya hasil rekapitulasi suara yang sudah dikirimkan ke provinsi, Jumat (24/4) lalu. KPU Jatim melihat banyak manipulasi dalam hasil rekapitulasi ini. “Seperti yang menimpa caleg DPD Supartono, No 28. Ketika dihitung di pendapa, ia mendapat 93.719 namun begitu dihitung di KPUD Jatim tinggal 73.735,” ujar Ali Wahyudi, anggota Panwaslu.
Secara terpisah, Crisis Centre Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Malang Raya kemarin juga melaporkan adanya pengelembungan suara yang dilakukan PKB untuk suara caleg DPR RI. Sembilan kecamatan itu adalah Karangploso, Kalipare, Ngajum, Bululawang, Sumbermanjing Wetan, Pakis, Jabung, Singosari dan Pujon. Penggelembungan suara berkisar 26 persen hingga 82 persen.
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Sanusi menyatakan tidak bertanggungjawab terkait hal ini. “Saya tidak tahu, mungkin ada petugas yang bermain. Tapi saya tidak berani menduga-duga,” paparnya.(dd)
Rabu, 21 Januari 2009
Pemkot Pinjami Dana 2M
KRC,BATU
Rencana pengucuran dana bergulir UKM (usaha kecil menengah) sebesar Rp 2 miliar terus dimatangkan Pemkot Batu. Salah satunya dengan menyerap aspirasi dari kalangan pengusaha kecil di kota wisata ini.
Siang kemarin misalnya, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Pemkot Batu mendata sejumlah pedagang kecil di pinggir jalan. Baik itu penjual bakso, pedagang sayur-sayuran, pengusaha warung, hingga pedagang kelontong atau pracangan.
"Dengan begini kami bisa mematok berapa batasan pemberian pinjaman yang akan kami kucurkan," kata Koeswardiyoko, kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Pemkot Batu, saat menjaring aspirasi, di Dusun Junggo, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.
Menurut Koeswardiyoko, dengan mengetahui batasan minimal atau maksimal pemberian pinjaman, pengucuran dana bergulir bisa bermanfaat karena menyesuaikan dengan kebutuhannya. "Kalau kemampuannya Rp 1 juta, ya tidak perlu kami berikan Rp 5 juta," kata mantan kepala Kesbanglinmas ini.
Dia menjelaskan, menjaring aspirasi itu memang sedang digencarkan. Tidak hanya dilakukan oleh dinasnya tapi juga petugas teknis di unit kerjanya. Terlebih lagi sudah ada anggaran yang dialokasikan bagi para pengusaha kecil menengah pada tahun anggaran ini.
Sumiarti, 44, salah satu pedagang di Dusun Lemah Putih, Sumber Brantas, mengaku membutuhkan bantuan modal. Namun, hingga saat ini dia tidak pernah mendapatkan kucuran dana dari pemerintah. "Kalau memang ada, kami mau meminjam. Itung-itung untuk mengembangkan usaha,'' kata dia. (ard)
Rencana pengucuran dana bergulir UKM (usaha kecil menengah) sebesar Rp 2 miliar terus dimatangkan Pemkot Batu. Salah satunya dengan menyerap aspirasi dari kalangan pengusaha kecil di kota wisata ini.
Siang kemarin misalnya, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Pemkot Batu mendata sejumlah pedagang kecil di pinggir jalan. Baik itu penjual bakso, pedagang sayur-sayuran, pengusaha warung, hingga pedagang kelontong atau pracangan.
"Dengan begini kami bisa mematok berapa batasan pemberian pinjaman yang akan kami kucurkan," kata Koeswardiyoko, kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Pemkot Batu, saat menjaring aspirasi, di Dusun Junggo, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji.
Menurut Koeswardiyoko, dengan mengetahui batasan minimal atau maksimal pemberian pinjaman, pengucuran dana bergulir bisa bermanfaat karena menyesuaikan dengan kebutuhannya. "Kalau kemampuannya Rp 1 juta, ya tidak perlu kami berikan Rp 5 juta," kata mantan kepala Kesbanglinmas ini.
Dia menjelaskan, menjaring aspirasi itu memang sedang digencarkan. Tidak hanya dilakukan oleh dinasnya tapi juga petugas teknis di unit kerjanya. Terlebih lagi sudah ada anggaran yang dialokasikan bagi para pengusaha kecil menengah pada tahun anggaran ini.
Sumiarti, 44, salah satu pedagang di Dusun Lemah Putih, Sumber Brantas, mengaku membutuhkan bantuan modal. Namun, hingga saat ini dia tidak pernah mendapatkan kucuran dana dari pemerintah. "Kalau memang ada, kami mau meminjam. Itung-itung untuk mengembangkan usaha,'' kata dia. (ard)
Kamis, 08 Januari 2009
Berat Beban Kenaikan Pipa PDAM Kab Malang Per Januari 2009 Terpaksa Naikan Tarip

Keterangan Foto : Dalam salah satu kegiatan di PDAM Kab Malang, tampak direktur Utama PDAM Kab Malang Drs. H.Moch Hasan MM dan Direktur Umum Drs. H. Sriaji Soebowo MM telah melakukan penandatanganan, bawah karyawan PDAM saat menerima pengarahan. (eas)
KRC, Malang
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Malang terpaksa harus menaikan tarip, karena sejak tahun 2002 PDAM Kab berusaha menaikan tarip namun gagal terus. “ Kami sudah hampir enam tahun ingin menaikan tarip, namun tidak pernah bisa,” tandas Drs. H. Sriaji Soebowo, MM Direktur umum PDAM Kab Malang pada Koran Rakyat Cybermedia (8/1) kemarin.
Oleh, karenanya sejaki 1 April 2009 PDAM Kab Malang secara resmi menaikan tarip sekitar 15% dari harga Rp. 880/M3 menjadi Rp. 1000/m3, persoalan yang paling mendasar kenaikan PDAM Kab, banyaknya pipa PDAM yang rusak yang perlu dilakukan perbaikan , sedangkan harga pipa tahun 2002 kalau disbanding m saat ini sudah cukup jauh berbeda, harga sudah naik dan sementara pemasukan PDAM Kab tetap.
Hal senada juga disampaikan Syamsul Hadi Ssos, MM Kabag Umum & Humas PDAM Kab Malang, bahwa harga pipa saat in bukannya naik tapi sudah berubah, sehingga harus dilakukan kenaikan dengan harapan bisa memperbaiki pelayanan. Saat ini PDAM Kab Malang perbulan ditarget untuk mendapatkan Rp. 2 Milliar, tentunya untuk bisa mencapainya harus juga meningkatkan pelayanan dan memper kecil daftar tunggu yang saat ini sekitar 1000 hingga 2000 pelanggan PDAM yang nunggu ingin dipasang. Tentunya dengan adanya kenaikan akan bisa digunakan dananya untuk biaya perbaikan. Sedangkan tingkat kebocoran air di PDAM Kab saat ini baru mencapai 36% dari tahun 2002 sekitar 55% memang idialnya 15% sampai 25%, tapi darui kurun waktu 6 tahun sudah cukup banyak penurunan.(eas)
Minggu, 04 Januari 2009
Syiar Islam Masjid Nurul Jihad Adakan Jalan Sehat Keluarga

.jpg)
Keterangan Foto; Lomba lukis anak2 dalam rangka tahun baru islam. (ard)
.jpg)
Keterangan foto : Sambutan Ketua Takmir Masjid Nurul Jihad Drs. Hasan Bisri, didampingi Dr.H. Maskuri bakri,Msi Drs. Ahmad Anshori dan Eko anang sutrisno,SE (ard)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Keterangan Foto : Masyarakat Perumahan Villa Bukit Tidar cukup antusias mengikuti jalan sehat keluarga yang dilanjutkan lomba lukis anak-anak (ard)
KRC, Malang
Dalam rangka untuk syiar islam tahun baru Hijriyah (1 Muharram 1430 H) di Perum Villa bukit Tidar kota Malang yang diprakarsai masjid nurul jihad diadakan berbagai kegiatan dan berbagai lomba." Kegiatan jalan sehat keluarga dan lomba lukis anak-anak ini dalam rangka syiar islam dan mempersatukan umat islam," tandas Ketua Takmir masjid Nurul jihad Drs. Hasan Bisri dalam sambutanya.
seluruh warga Perumahan cukup antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut, dengan mengambil rute jalan sehat yang tidak jauh dari lokasi perumahan. Setelah jalan sehat dilanjutkan dengan lomba lukis anak-anak, basar dan hiburan yang bernuansa islam. (ard)
Langganan:
Postingan (Atom)